Dragons Rioting Bahasa Indonesia Chapter 33

Baca Komik Dragons Rioting Bahasa Indonesia Chapter 33

Koleksi Komik PDF Otakusave [Google Drive]

‘>

Kamu Baru Saja Selesai Membaca Dragons Rioting Bahasa Indonesia Chapter 33

Saat umur 6 tahun, Rintaro di diagnosis terkena Henisei Tasu Ijou Syndrome (juga dikenal Hentai Syndrome) penyakit yang bisa membunuhnya jika ia terangsang secara seksual. Untuk menyelamatkannya dan memberikan jalan baginya untuk hidup seperti biasa, ayahnya mengajarinya cara untuk mengontrol tubuh dan pikirannya selama sepuluh tahun di pegunungan, dengan seni bela diri dari Koei Sougetsu. Ketika dia berumur 16 tahun ia memilih untuk mendaftar ke sekolah Nangokuren, yang ia kira sekolah untuk laki-laki terbesar tapi sebenarnya itu sekolah terbesar untuk perempuan.

Type: Manga Status: Ongoing Rating: 7.62 Genre: , , , , Note: Chapter yang text bewarna merah menandakan bahwa kamu telah membaca chapter tersebut, dan text bewarna merah akan hilang apabila kamu telah membersihkan chace pada perangkat hp,laptop,maupun pc
Facebook Google+

Baca Komik Keren Lainnya

TOP
Kyoudai hodo Chikaku Tooimono wa Nai Bahasa Indonesia

Kyoudai hodo Chikaku Tooimono wa Nai Bahasa Indonesia

TOP
Atsumare! Fushigi Kenkyuubu Bahasa Indonesia

Atsumare! Fushigi Kenkyuubu Bahasa Indonesia

TOP
Rokudenashi Majutsu Koushi to Akashic Records Bahasa Indonesia

Rokudenashi Majutsu Koushi to Akashic Records Bahasa Indonesia

TOP
Ayane Oujou sama wa Sanova Bahasa Indonesia

Ayane Oujou sama wa Sanova Bahasa Indonesia

Tokidoki Bahasa Indonesia
TOP
Tokidoki Bahasa Indonesia

Tokidoki Bahasa Indonesia

Tinggalkan Komentar Kalian 0

Reply

Your email address will not be published.

Otakusave

Mangaku

Mangakita

Mangacan

Mangashiro

Mangaindo

Neumanga

Komikcast

Komikstation

Kintamaindo

Komikid

Mangaonline

Baca Komik atau Manga Manhua Manhwa yang ada di Otakusave Manga sebagian diterjemahkan oleh Mangaku Mangakita Mangacan Mangashiro Mangaindo Neumanga Komikcast Komikstation Kintamaindo Komikid Mangaonline dan lainnya.

Back to Top